Dam Kedung Sangku: Warisan Belanda yang Masih Menghidupi Sawah di Banjarwaru

0
5

Banjarwaru, Lumajang – Di tengah hamparan sawah hijau yang menyejukkan mata, berdiri kokoh Dam Kedung Sangku, sebuah bendungan peninggalan Belanda yang hingga kini masih menjadi sumber kehidupan bagi ribuan hektar sawah di Desa Banjarwaru, Lumajang. Bendungan ini bukan hanya saksi bisu sejarah, tetapi juga tulang punggung pertanian warga setempat.

Dibangun pada era kolonial Belanda, Dam Kedung Sangku dirancang untuk mengairi lahan pertanian yang luas di kawasan Lumajang. Struktur bangunannya yang kokoh membuktikan keahlian arsitektur Belanda di masa lampau. Meski usianya sudah lebih dari seabad, bendungan ini tetap berfungsi dengan baik, berkat perawatan rutin dari pemerintah dan para petani setempat.

Selain sebagai sarana irigasi, Dam Kedung Sangku juga menawarkan pemandangan alam yang menawan. Suara gemericik air yang mengalir, berpadu dengan pepohonan rindang di sekitarnya, menjadikan tempat ini cocok untuk bersantai dan melepas penat. Tak heran jika banyak warga lokal dan wisatawan menjadikan bendungan ini sebagai tempat refresing murah meriah.

Warga berharap Dam Kedung Sangku terus dijaga kelestariannya, baik dari sisi fungsi maupun keindahan alamnya. Dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, bendungan ini bisa terus menjadi warisan berharga yang tak hanya memberi manfaat, tetapi juga membangkitkan kebanggaan warga Banjarwaru.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin merasakan suasana asri di sekitar bendungan bersejarah ini, Dam Kedung Sangku siap menyambut dengan pesonanya yang tak lekang oleh waktu.

KIM BANJARWARU
Kesekretariat : Jl Monumen Kyai Ilyas Ds Banjarwaru
“Inspirasi untuk Perubahan Lebih Baik”